Our blog

3 Langkah Antisipasi Pertumbuhan Startup Anda


August 21, 2014 0 comments Facebook Bussiness

Banyak yang beranggapan fase paling genting bagi startup adalah saat memulai dari nol (fase perintisan), tetapi pada kenyataannya yang paling gawat justru bisa terjadi saat startup itu akan berkembang menjadi lebih besar (scaling-up). Saat Anda masih startup kecil, semuanya terasa lancar karena kerugian kecil, kesalahan bisa diperbaiki dan uang tunai yang dibutuhkan cuma kecil dan mendapatkan rekan bekerja bisa lebih mudah dan fleksibel. Namun, begitu startup menjadi besar, perkembangannya sering di luar kendali entrepreneur itu sendiri. Kebutuhan uang tunai begitu tinggi padahal kemampuan untuk menyediakannya belum stabil. Banyak entrepreneur gagal di fase ini karena kurang mewaspadai laju scaling up yang terlalu cepat.

Inilah cara yang bisa Anda tempuh agar Anda tidak terseret oleh laju pertumbuhan bisnis yang di luar kontrol.

Gunakan berbagai sumber pendanaan

Banyak entrepreneur yang melaju terlalu cepat dalam fase scaling up berpikir bagaimana caranya untuk mengumpulkan investasi ekuitas bagi risiko dari para VC (venture capitals) atau angel investor swasta. Namun, saat Anda berada di fase scaling up, akan lebih baik untuk menggabungkan pendanaan Anda dari berbagai sumber dana, misalnya investor ekuitas, bank, dana masyarakat, pemasok, kartu kredit, pelanggan, dan bahkan dari karyawan yang akan mengambil opsi saham perusahaan dengan ganti uang tunai. Bahkan jika Anda bisa berutang ke bank, Anda akan dipandang lebih menarik oleh investor karena utang bank bersifat konservatif dan dinilai oleh pihak yang kredibel.

Bicaralah dengan bahasa mereka

Bicaralah dengan cara berpikir yang berbeda dengan berbagai penyedia modal yang Anda coba rangkul. Saat Anda berbicara dengan mereka, akan lebih baik jika Anda ‘berbicara dalam bahasa mereka’. Maksudnya, Anda coba gunakan pendekatan yang lebih menarik bagi mereka daripada menarik untuk Anda. Bank akan lebih tertarik jika Anda memiliki peluang untuk melunasi kembali pinjaman pokok dan bunganya pada waktu yang ditetapkan.

Institut riset misalnya akan lebih peduli jika Anda bisa memecahkan masalah nyata di lapangan sehingga mereka juga bisa mendapatkan modal. Filantropis dan kelompok advokasi yang memiliki dana untuk disalurkan lebih menyukai kemajuan dalam bidang yang mereka dalami.

Bersikap realistis saat kumpulkan dana

Tentu saja, baik sekolah bisnis dan pengalaman kehidupan nyata mengajarkan kita pentingnya perencanaan. Namun, membesarkan usaha dengan cepat mirip dengan menahkodai perahu layar di perairan terbuka daripada berjalan di jalur yang sudah ada. Rencanakan semuanya tetapi jangan lupa menikmati gelombang, mengantisipasi badai, memanfaatkan arus dan sebagainya.

Leave a Comment

Back to top
default-poup