Our blog

Bagaimana Membangun Sebuah Bisnis Yang Sehat


November 21, 2014 0 comments Facebook Strategy

Dalam perjalanan hidup kita, kadang kita tidak menyadari bahwa pertanyaan diatas seharusnya kita tanyakan dalam diri kita sepanjang perjalanan waktu. Sehat tidak saja berbicara tentang tubuh kita, tapi sehat bisa berarti banyak dalam hidup ini. Sehat keluarga kita, sehat lingkungan kita, sehat persahabatan kita, sehat hubungan atasan bawahan, dan tentu juga sehat usaha kita sebagai mesin pencetak uang yang membiayai kehidupan kita. Mari kita fokus pada kesehatan usaha kita.

Beberapa catatan soal kesehatan usaha yang perlu anda kantongi dalam perjalanan usaha anda, antara lain :

1. Langkah pertama

Pastikan bahwa anda sehat dalam memulai usaha anda apabila anda adalah pemula. Bagi anda yang sudah dalam perjalanan usaha, pastikan bahwa dalam mengevaluasi usaha anda saat ini anda dalam keadaaan sehat untuk mengevaluasi. Berdiam diri yang nyaman dalam keadaan yang nyaman untuk mendapatkan evaluasi dari dalam hati anda, untuk mampu bertanya dalam hati anda pertanyaan ini: dalam keadaan sehatkah saya untuk siap melakukan evaluasi kesehatan usaha saya? Tepatkah saat ini bagi saya merenungkan kesehatan usaha saya? Mencari saat yang sehat untuk melakukan evaluasi juga merupakan suatu kebaikan dalam melakukan pertimbangan-pertimbangan strategis. Untuk itu, anda perlu menyediakan waktu yang tepat dan dalam keadaan yang sehat sebelum lebih jauh meninjau kesehatan usaha anda.

2. Langkah kedua

Meninjau kembali kekuatan keuangan anda. Siapkah anda memulai usaha dengan kekuatan yang ada? Siapkah anda untuk melanjutkan usaha atau ekspansi usaha dengan kekuatan saat ini? Apa saja yang menjadi kekuatan, dan apa saja yang menjadi kendala dalam memulai atau menjalankan usaha? Mampukah anda untuk mengatasi masalah keuangan anda? Mampukah anda mencari solusi kebutuhan keuangan yang dibutuhkan usaha anda? Beranikah anda mencari kekuatan lain untuk mendukung anda memulai usaha? Beranikah anda. Melakukan terobosan baru mencari kekuatan lain untuk menopang jalannya usaha anda?

3. Langkah Ketiga

Apabila anda sudah memiliki nyali atau semangat mencari pendukung atau penopang kekuatan keuangan anda, catatlah dalam buku kerja anda, beberapa alternatif solusi keuangan anda untuk anda tindak-lanjuti kemudian. Catatlah semua alternatif yang ada dikepala anda, apakah sumbernya dari keluarga anda, atau sumbernya dari sahabat anda, rekan kerja anda, atau mungkin menjual asset yang kurang produktif, mencari partner pendukung usaha, atau mulai memikirkan bantuan pembiayaan usaha dari bank yang cocok untuk membiayai usaha anda. Perhatikan bahwa anda harus minimal telah menjalani usaha anda minimal 2 tahun untuk dapat memenuhi persyaratan bank.

4. Langkah keempat: Perhatikan dengan seksama siapa resources (sumber daya manusia) anda yang sangat menguntungkan anda, sedang_sedang saja tapi sangat anda perlukan, Atau siapa saja yang tidak menguntungkan buat usaha anda. Mengelola karyawan bukanlah hal sepeleh. Coba anda renungkan, berapa banyak waktu anda tersita untuk mengajarkan mereka, membantu mereka menyelesaikan pekerjaan mereka, dan berapa banyak waktu abis untuk kadang-kadang ‘meluapkan emosi’ anda karena tidak berjalan sesuai keinginan atau harapan anda. Berapa sering mereka mengecewakan anda, merugikan anda, dan menjengkelkan anda. Renungkan pula betapa baiknya mereka mendukung anda, menyenangkan anda karena keberhasilan mereka mengerjakan yang anda tugaskan, betapa setianya mereka di sisi anda pada saat anda berhasil maupun pada saat anda kurang berhasil. Semuanya perlu anda kaji dengan sehat supaya anda tidak salah mengambil keputusan bahwa satu atau dua dari bagian keluarga usaha anda merasakan sakit hati karena anda salah menilai kebaikan dan ketulusan mereka bekerja untuk anda.

5. Langkah kelima

Simaklah dengan seksama jenis usaha yang sedang berjalan saat ini. Apakah ini merupakan jenis usaha yang cocok dengan hati nurani, dengan kemampuan anda, dengan perkembangan usaha saat ini, dengan kemajuan teknologi, dengan besarnya jaringan bisnis anda maupun potensi jaringan yang ada, yang mampu mendukung usaha anda kedepan, dan masih banyak lagi pertimbangan lain. Kalau memang sesuai dan anda katakan yes!, maka ini pertanda baik untuk melanjutkan usaha anda. Apabila anda melihat begitu banyak No dalam mempertanyakan hal-hal yang dimaksud diatas, maka anda perlu merancang strategi yang cocok untuk mencari solusi terbaik, atau bahkan jangan sungkan-sungkan untuk meninggalkan usaha jenis ini apabila terlalu banyak No dibanding Yes-nya. Namun No bukan berarti the end of the world. Keahlian dan kepinteran dan kesabaran anda juga bisa menjadi tantangan dalam mengelola kelangsungan usaha anda.

Dengan melakukan kelima renungan diatas, maka andalah yang paling paham ‘what’s next’ nya, apa yang harus anda lakukan untuk menyehatkan usaha anda. Apabila anda merasa kesehatan usaha anda ada dalam kategori sehat, maka anda perlu mengantisipasi dan menjaga kesehatan usaha anda. Tapi apabila anda merasa perlu berolah raga teratur dan makan makanan yg sehat untuk usaha anda, maka lakukanlah disiplin input dan output yang terbaik bagi usaha anda. Tetap sehat dan sukses selalu.

Leave a Comment

Back to top
default-poup