Our blog

Kuasai 7 Poin Ini Sebelum Berbisnis


May 26, 2014 0 comments Facebook Bussiness

Ingin mencoba berbisnis? Perhatikan 7 hal di bawah ini untuk memastikan kesuksesan usaha Anda.

Sebelum Anda mulai menjalankan ide dan mulai berbisnis, pastikan Anda sudah menjawab checklist di bawah ini, telah melakukan riset yang cukup, serta perencanaan menyeluruh atas bisnis baru Anda ini.

Jika tidak ada perencanaan dan riset, bisnis Anda bisa mengalami kesulitan atau malah bangkrut, seperti rata-rata 50 persen bisnis kecil dalam 5 tahun pertama usahanya. Berikut ini 7 hal yang perlu Anda perhatikan seperti dilansir Beritasatu.com:

1. Mengapa mau mulai berbisnis?
Jika alasan Anda mulai berbisnis hanya mau mencari cara mudah mencari uang atau hanya mencari cara supaya tidak harus terikat jadwal kantor, maka mencoba berwirausaha bukanlah jawabannya. Bisnis kecil menghabiskan banyak waktu dan upaya, terutama saat awal membangun.

Kebalikannya, jika Anda sangat bersemangat mengenai konsep bisnis yang ada di kepala, artinya Anda punya modal yang utama. Namun, sayangnya, semangat saja tidak cukup.

Anda harus memahami bagaimana konsep bisnis yang Anda buat akan bergerak, dan penting untuk memperkirakan hasilnya. Tetapkan masa depan perusahaan ini, apakah akan menjadi perusahaan yang menjual harian saja, ataukah akan dikembangkan menjadi perusahaan besar? Menyiapkan visi semacam ini penting diketahui supaya keluarga dan teman-teman bisa memperkirakan arah usaha Anda.

2. Industri seperti apa?
Pelajari industri yang Anda coba masuki. Pelajari tren industri, kesempatan dan ancaman, dan siapa pasar yang dikejar (jangan terlalu luas). Jangan bosan-bosan memperkaya ilmu seputar industri Anda, baik mengikuti seminar, membaca buku, dan lainnya.

3. Apa rencana Anda?
Buat perencanaan aksi yang dibutuhkan untuk mencapai target market serta perencanaan periodik perusahaan. Perencanaan bisnis bisa berubah sewaktu-waktu, dan harus bisa beradaptasi dengan informasi-informasi baru. Pastikan Anda menyusun perencanaan itu dalam bentuk tulisan.

4. Pendanaan dari mana?
Bisnis baru butuh modal. Dari mana Anda akan mendapatkan uang tersebut? Cukupkah tabungan Anda untuk menutup semua pengeluaran bisnis dan gaji seluruh karyawan selama 1-2 tahun ke depan hingga dapat untung? Apakah Anda akan butuh pendanaan dari investor lain atau pinjaman bank? Seberapa banyak ekuitas yang bersedia Anda berikan untuk pendanaan modal?

Jika Anda bekerja dengan investor, akan ada permintaan dalam pembagian keuntungan, dan kemungkinan juga akan ada campur tangan dalam cara menjalani perusahaan. Apakah ide kehilangan sebagian kontrol semacam itu bisa masuk ke dalam kerangka berpikir Anda?

5. Bagaimana memasarkan?
Salah satu penyebab umum kegagalan bisnis baru adalah tidak cukup banyak menaruh perhatian pada pemasaran. Pemasaran dibutuhkan untuk menjalankan penjualan. Pemasaran butuh suntikan investasi, meski dalam jumlah kecil untuk bisa terus bergerak. Tanpa pemasaran dan hal-hal pendukungnya, bisnis Anda bisa cepat bangkrut.

Luangkan waktu untuk meneliti metode-metode pemasaran sebagai bagian dari perencanaan pemasaran. Pahami jenis-jenis pemasaran yang ada dan pilih yang cukup masuk ke dalam bujet. Anda mungkin bisa memulai menjalani kampanye pemasaran media sosial sendiri, kemudian coba membuat rilis pers dan relasi media, lalu lanjut ke periklanan seiring perkembangan pendanaan.

6. Seberapa banyak orang yang dibutuhkan?
Seperti kebanyakan bisnis kecil, Anda akan memulai segalanya sendiri. Tetapi begitu pertumbuhan bisnis, Anda akan butuh perencanaan untuk menambah pegawai, kemungkinan adanya pekerja lepas, dan lainnya untuk mengiringi pertumbuhan bisnis.

7. Sudah paham peraturan legal dan perpajakan?
Untuk memulai bisnis, tentu ada beberapa peraturan yang perlu dipatuhi. Cari tahu langkah-langkah yang dibutuhkan untuk bisa mengajukan dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan tenggat waktu yang perlu diperhatikan untuk pembayarannya. Melewatkan tenggat waktu bisa membuat Anda harus membayar denda, jadi upayakan untuk mengatur jadwal Anda.

Leave a Comment

Back to top
default-poup