Our blog

Sukses Berkat Belajar dari Kegagalan


June 03, 2013 0 comments Facebook Bussiness

Sikap seseorang dalam menyikapi kegagalan dalam menjalankan usahanya berpengaruh pula pada hasil yang akan diraih usai kegagalan tersebut. Apabila setelah mengalami kegagalan berhenti berusaha, akan menjadi gagal selamanya. Namun bila kegagalan yang dialami dijadikan sebagai pembelajaran terbaik, pasti berbeda hasilnya.

Perbedaan hasil dalam menyikapi kegagalan dengan menjadikannya pembelajaran terbaik ini dialami oleh Marchel Adriana dalam menjalankan usahanya. Dengan kegagalan yang dialami, pemilik Brux de Bistro ini berkomitmen untuk tidak mengulang kegagalan yang sama dan mencari solusi dari kegagalan yang dialami. Langkah yang diambilnya tersebut membuat Brux de Bistro yang dikelolanya menjadi salah satu coffee shop yang mendapat tempat di hati anak muda Kota Semarang, Jawa Tengah.

Meski tujuan semula dalam membuka coffee shop tersebut hanya untuk mengisi waktu luang di sore hari usai bekerja, namun Marchel tidak main-main dalam menjalankannya. Usaha sampingan tersebut dijadikannya selain untuk menambah pemasukan juga menambah teman bagi lelaki kelahiran 2 April 1978 itu.

Oleh karena selalu fokus pada konsep yang dimilikinya, yakni membuat pengunjung merasa berada di rumah sendiri, akhirnya usaha tersebut tak lagi menjadi usaha sampingan. Brux yang awalnya bertempat di teras dan ruang tamu rumahnya, pada tahun kedua dia memindahkannya ke Jalan Rinjani, Semarang.

Selain ekspansi tempat usaha, juga dilakukan ekspansi menu yang disajikan. Semula hanya minuman dan makanan kecil, pada tahun ketiga Marchel memutuskan menambah resto sehingga menu yang disajikan lebih beragam. Berbekal pengalamannya bekerja pada orang lain, lelaki yang memulai usahanya pada usia 24 tahun itu mengerti benar bagaimana menghadapi karyawan dan konsumennya.

Kunci keberhasilannya dalam mengelola bisnis ini selain selalu fokus pada konsep, di antaranya adalah dengan melihat kultur masyarakat Semarang, dan pada saat dia membuka usaha, di Semarang belum banyak coffee shop semacam ini.

Dia menambahkan bahwa kecintaannya pada usaha ini membuatnya berani menghadapi tantangan yang ada. Salah satunya senantiasa meningkatkan dan memperbaiki internal perusahaan. “Saya tidak peduli apa yang dilakukan kompetitor, yang terpenting adalah improve internalnya,” tuturnya.

Leave a Comment

Back to top
default-poup