Our blog

Tujuh Sifat Pengusaha Sukses


September 29, 2014 0 comments Facebook Bussiness

Tulis “sifat-sifat kewirausahaan” ke dalam mesin pencarian Google Anda, pasti akan mengeluarkan beberapa nama terkenal, antara lain “Steve Jobs” atau “Bill Gates”.

Ini adalah kekuatan alam yang muncul dari pikiran kebanyakan orang ketika memikirkan pengusaha sukses, ikon atau tokoh-tokoh yang lahir dari rahim yang memiliki DNA perusahaan.

Tanpa sadar mereka tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengintimidasi. Ini dapat dilihat bagaimana jika Anda tidak dilahirkan sejenius dan sekreatif Jobs atau sekuat Gates? Ini akan membuat Anda putus asa.

Namun, ada sifat-sifat yang mendorong jiwa usahawan. Pengusaha dapat dibimbing menjadi sukses dengan memanfaatkan beberapa atribut penting.

Ulama, para ahli bisnis dan kapitalis ventura mengatakan, pengusaha dapat muncul pada setiap tahap kehidupan, dari alam manapun, serta mereka datang dalam semua jenis kepribadian dan dengan nilai rata-rata.

Bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional. Anda tidak perlu menjadi Tipe A, yaitu seorang yang ambisius, hyperorganized workaholic atau ekstrovert untuk memulai bisnis sukses. “Tipe A tidak mengambil risiko untuk menjadi pengusaha,” kata Elana Fine, managing director dari University of Maryland Dingman Center for Intrepreneurship.

Dia mengumpamakan seorang siswa dengan kekuatan A. Namun, dalam kenyataannya yang menjadi pengusaha sukses justru siswa dengan nilai C. Ini sering terjadi dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Pengusaha yang baik memiliki karakteristik ulet dan mampu mentoleransi risiko. Hal ini sangat penting untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Berdasarkan analisis dari 23 studi penelitian yang diterbitkan dalam judul “The Big Five Personality Dimensions and Entrepreneurial Status” ditemukan, bahwa pengusaha memiliki ciri-ciri kepribadian berbeda dari manajer perusahaan. Mereka memiliki sifat-sifat lebih tinggi, seperti keterbukaan terhadap pengalaman (rasa ingin tahu, inovasi) dan kesadaran (disiplin diri, motivasi), yang memungkinkan lebih mentolerir stres.

Sebagai penjelasan, berikut tujuh sifat yang dimiliki pengusaha sukses seperti dilansir dalam situs Entrepreneur:

1. Keuletan

Memulai bisnis adalah ultramarathon. Anda harus mampu hidup dengan ketidakpastian dan melalui hambatan selama bertahun-tahun.

“Keuletan adalah No 1. Begitu banyak wirausahaan berurusan dengan kegagalan berulang-ulang. Hal ini terjadi berkali-kali setiap minggu,” ujar Mike Colwell, yang menjalankan Plains Angels, sebuah forum investor dan akselerator Business Innovation Zone for the Greater Des Moines Partnership.

Ketika kegagalan terjadi, Anda harus mulai dari awal lagi. Seperti yang dialami Jett McCandless, partner dalam operasi pengiriman logistik di AS yang tumbuh pesat. Ekspansi cepat yang dilakukannya memicu kesalahan, termasuk kesalahan faktur yang meninggalkan perusahaan tanpa cadangan kas yang cukup.

Bisnis harus dijual untuk sebagian kecil dari nilainya. McCandless tidak setuju dengan persyaratan dan bangkrut. Dia kehilangan rumah, mobil, perusahaan dan akhirnya pindah ke apartemen pacar. “Ini adalah waktu yang sangat sulit,” kenang McCandless.

Dia melanjutkan kehidupan dengan menjalani 25 kali wawancara kerja dan mendapat tawaran menarik di posisi logistik dengan bayaran USD200.000. Namun, McCandless bertanya-tanya, “Saya harus mengambil pekerjaan yang aman dan nyaman, atau mencari apa yang bisa saya bangun untuk sesuatu lebih baik?”

“Saya takut bahwa kegagalan bisa menentukan sisa hidup saya, dan saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi,” tuturnya.

Dia akhirnya memilih mendirikan perusahaan baru, bernama CarrierDirect di Chicago. Beralih dari persaingan dengan perusahaan sebelumnya, McCandless menciptakan ruang yang sama sekali baru di bidang logistik. Dia beralih ke bidang konsultasi, menyediakan pemasaran dan penjualan untuk perusahaan logistik. Dalam dua tahun pendapatan CarrierDirect tumbuh USD35 juta. “Aku senang, aku tidak mengambil salah satu pekerjaan di perusahaan,” ujar McCandless, sambil tersenyum.

2. Gairah

Ini mematahkan asumsi, bahwa pengusaha sukses didorong oleh uang. Tetapi sebagian besar akan memberitahu Anda bahwa mereka didorong semangat untuk produk atau jasa mereka, kesempatan memecahkan masalah dan membuat hidup lebih mudah, lebih baik, lebih murah.

“Sebagian besar pengusaha saya percaya mereka akan mengubah dunia,” kata Jay Friedlander, profesor bisnis di Collage of the Atlantic dan di Babson College.

“Ada kegembiraan dan keyakinan dalam apa yang mereka lakukan, bahwa mereka (sukses) melalui masa-masa sulit,” jelasnya.

3. Toleransi

Sifat klasik ini adalah definisi dari pengambilan risiko, kemampuan menahan rasa takut dan ketidakpastian atas potensi kegagalan. “Itu semua bermuara dari berhasil mengelola rasa takut,” kata Michael Sherrod, entrepreneur-in-residence di Neeley School of Business at Texas Christian University.

Dia melihat kemampuan untuk mengendalikan rasa takut sebagai sifat yang paling penting dari semua. “Takut penghinaan, takut gaji hilang, kehabisan uang tunai, kebangkrutan, daftar goes on,” ucapnya.

Jill Blashack Strahan, tahu benar dengan ketakutan yang dirasakan pengusaha. Pendiri dan CEO Tastefully Simple, perusahaan penjualan hadiah dan makanan ini mengingat panggilan bank ketika dirinya tiga bulan terlambat dalam hipotek.

“Ketakutan itu (datang) ketika saya akan kehilangan rumah,” kata Blashack Strahan, yang juga harus mengatasi kematian kakaknya dan suaminya tak lama kemudian menyusul. “Malam setelah pemakaman suami saya, saya pikir mungkin aku harus menyerah, mendapatkan pekerjaan dan menjadi seorang ibu,” tuturnya.

Ini adalah tempat tes kewirausahaan, medan perang mental. Anda dapat pergi dengan rasa takut dan berhenti, atau terus melalui itu semua. “Saya bilang tidak, ide ini akan berhasil,” ucap Blashack Strahan.

Dia membuat keputusan ini dengan sadar, membuang semua rasa takut. Berkat sifat tersebut pada 2012 perusahaan yang dikelolanya mampu memiliki penjualan USD98 juta.

“Banyak yang akan merasa tidak berdaya dalam menghadapi kesulitan seperti itu. Pengusaha melihat situasi dan tahu bahwa dia memiliki beberapa kontrol atas hasilnya,” kata Jonathan Alpert, psikoterapis dan penulis Be Fearless: Mengubah Hidup Anda dalam 28 Hari.

4. Penglihatan

Salah satu ciri-ciri yang mendefinisikan kewirausahaan adalah kemampuan melihat kesempatan dan membayangkan sesuatu di mana orang lain tidak merasakan. Pengusaha memiliki rasa ingin tahu yang mengidentifikasi relung yang diabaikan dan menempatkan mereka di garis depan inovasi. Mereka membayangkan dunia lain dan memiliki kemampuan mengkomunikasikan visi yang efektif bagi investor, pelanggan dan staf.

5. Keyakinan diri

Percaya diri adalah kunci dari sifat kewirausahaan. Anda harus gila, yakin produk Anda adalah sesuatu yang dibutuhkan dunia, dan Anda dapat mengirimkannya mengatasi penentang, yang akan selalu mencemooh apa yang belum memvalidasi.

“Anda harus memiliki banyak kepercayaan diri. Bersedia lah mengambil risiko, tetapi konservatif,” kata Jason Apfel, pendiri FragranceNet.com, situs e-commerce untuk produk-produk kecantikan.

Apfel menuturkan awalnya tidak tahu apa-apa tentang dunia kecantikan saat memulai usaha. Tetapi dia percaya bisa membuat website yang solid untuk menjual produk tersebut. “Saya pikir menjual komoditas secara online dengan harga paling kompetitif akan bekerja (efektif),” ujarnya.

Sebagai hasil, perusahaannya mampu bertahan lebih lama dibanding para pesaing dengan penjualan USD145 juta per tahun.

6. Keluwesan

Kelangsungan hidup bisnis, seperti tergantung pada spesies saat beradaptasi. Produk akhir atau jasa Anda mungkin tidak akan melihat apa-apa dengan apa yang Anda mulai. Fleksibilitas yang memungkinkan Anda merespon perubahan selera dan kondisi pasar sangat penting.

“Anda harus memiliki kemauan untuk jujur ??dengan diri sendiri dan berkata ‘ini tidak bekerja’, Anda harus bisa menunggu,” kata Colwell dari Plains Angels.

Sebagai contoh, saat masih menjadi mahasiswa di Babson College, Matt Lauzon ingin mendigitalkan proses rancangan perhiasan pribadi. Setelah mengumpulkan dana USD500.000 dari Highland Capital Partners, dia meluncurkan platform disain perhiasan kustom untuk ritel pada 2008. Namun, setahun kemudian tidak ada hasil yang terlihat.

“Secara teori, itu adalah persaingan yang sempurna. Tetapi praktiknya kita menemukan tidak bisa mengubah perhiasan. Mereka hanya fokus duduk melihat pada persediaan mahal di layar mereka,” kenang Lauzon.

Lalu, dia mengulurkan tangan untuk pelanggan perhiasan dengan mengumpulkan feedback. “Salah satu dari mereka berkata, ‘Anda telah membangun sesuatu yang sangat menakjubkan, dengan begitu banyak potensi, Anda harus membiarkan orang menggunakannya secara langsung,” ujarnya.

7. Melanggar aturan

Pengusaha memiliki sifat menentang kebijaksanaan konvensional. Sebuah survei tahun lalu oleh Ross Levine dari University of California, Berkeley, dan Yona Rubinstein dari London School of Economics menemukan, beberapa pengusaha tergabung dalam kombinasi dari “kecerdasan” dan “agresifitas” terlarang. Ada pengambilan risiko kegiatan sebagai karakteristik campuran.

Hal ini sering muncul dalam diri pemuda sebagai perilaku pemberontak. Deskripsi yang pasti berlaku pada beberapa pengusaha paling terkenal dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan Babson College, memulai bisnis yang melanggar aturan dilakukan 13 persen orang Amerika dalam kewirausahaan. Melakukan apa yang tidak dilakukan mayoritas (orang) adalah sifat dari kewirausahaan.

Leave a Comment

Back to top
default-poup